r/indonesia 22h ago

Funny/Memes/Shitpost This is says alot about society

Post image
858 Upvotes

r/indonesia 23h ago

Funny/Memes/Shitpost "is it really culture if i don't like participating in it?"

Post image
767 Upvotes

r/indonesia 19h ago

Current Affair Modus penipuan baru, mengunggah foto hasil edit nomor whatsapp tempatnya di google maps

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

453 Upvotes

r/indonesia 22h ago

Funny/Memes/Shitpost Berak menentukan harimu❤️

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

343 Upvotes

r/indonesia 19h ago

Funny/Memes/Shitpost losercity unair

Post image
331 Upvotes

r/indonesia 13h ago

Funny/Memes/Shitpost 4 mood September

Post image
297 Upvotes

r/indonesia 12h ago

Current Affair Maung TNI Penyok Diseruduk Bus di Suramadu, Tentara Pengemudi Panik

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

281 Upvotes

r/indonesia 21h ago

Funny/Memes/Shitpost Pasti ketuanya Reza Auditore

Post image
265 Upvotes

Insert song Hava Nagila


r/indonesia 13h ago

Politics [THREADS] Post Kolaps Suharto dan tindakan Gus Dur beserta tindak tanduk anak Suharto.

Thumbnail
gallery
209 Upvotes

[Disclaimer: OP ga punya tujuan untuk membenarkan thread itu tetapi tujuan sebenarnya adalah melakukan throwback mendalami seluruh kejadian dibaliknya baik itu bom, tindakan Tommy, dan lain lain terkait Threads ini baik post 98 sampai sektarian konflik].

Satu hari lalu seseorang memposting Threads terkait Post kolapsnya Soeharto beserta apa yang Gus Dur lakukan.

Dan apa yang dituliskan adalah hal yang terjadi dan skenario terburuk dalam pembongkaran korupsi dan tindakan Tommy Suharto, serta kolapsnya pemerintah Gus Dur. Aku terus terang tidak fanatis percaya total karena ada banyak hal yang terjadi di tahun tersebut tetapi ada juga yang disembunyikan. Jika ada yang ingin menambah insight, opini, dan keseluruhan detail beserta sumber dari surat kabar, foto, hingga beberapa sumber lain baik google, non google, fisik dan digitized media yang berhubungan dengan Threads ini. Maka silahkan ditaruh pada postingan ini untuk mendalami pembahasan ini.

Sunber link pembahasan:

zhil_arf threads topik: Mengapa Suharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998


r/indonesia 18h ago

Funny/Memes/Shitpost Makan Berasap Gratis makan apapun ada rasa smoky @sijuki

Post image
181 Upvotes

r/indonesia 14h ago

Politics boros sendirian

Post image
141 Upvotes

also negara lain bisa kecil, karena skema pembiayaannya melibatkan anggaran daerah, dan sasarannya gak sebanyak kita perbandingan dengan total populasinya


r/indonesia 14h ago

Ask Indonesian Kenapa Warga Israel ingin Menduduki Pulau di Sumatera ini?

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

120 Upvotes

r/indonesia 19h ago

News MUHAMMADIYAH JUST BOUGHT A 500-YEAR-OLD CATHEDRAL IN SPAIN

Thumbnail
thesmedia.id
113 Upvotes

r/indonesia 9h ago

Current Affair Berujung Ricuh! Gegara Parkir, Penghuni Kos Cekcok dengan Warga Hingga Polisi Turun Tangan, Warga : “Ini kan Maulid Nabi!”

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

105 Upvotes

sc : https://vt.tiktok.com/ZSVKB87CS/

Perselisihan terjadi antara seorang penghuni kos dan sejumlah warga saat persiapan acara Maulid Nabi pada Minggu (30/8). Masalah bermula ketika penghuni kos hendak memarkirkan mobil di area parkir tempat tinggalnya, namun lahan tersebut sementara digunakan untuk kendaraan tamu acara di masjid sekitar.

Penghuni kos mengaku telah mencoba menanyakan penggunaan area basement secara baik-baik. Namun, seorang warga bernama Kiki disebut merespons dengan nada tinggi dan meminta penghuni kos untuk tidak tinggal di kawasan tersebut jika tidak mengikuti arahan.

Situasi sempat diredam dan penghuni kos memilih memindahkan kendaraannya ke lokasi lain. Namun, ketika korban bersama dua orang lainnya kembali untuk meminta penjelasan secara baik-baik, suasana kembali memanas. Dalam video yang dibagikan korban, terdengar sejumlah ucapan bernada provokatif hingga ancaman kekerasan.

Pihak kepolisian bersama Ketua RT dan RW kemudian turun tangan untuk mengamankan situasi. Aparat dan pengurus lingkungan selanjutnya mengarahkan kedua pihak untuk mengikuti mediasi setelah acara selesai.

Namun, berdasarkan keterangan korban, warga yang terlibat dalam perselisihan disebut belum menghadiri proses mediasi tersebut. Kejadian ini pun ramai di media sosial dan memunculkan perbincangan mengenai pentingnya saling menghormati, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan persoalan lingkungan secara baik-baik tanpa intimidasi maupun ancaman kekerasan.


r/indonesia 12h ago

Current Affair Kebakaran Kembali Terjadi, Kali Ini Di Jalan Sunset Road Seminyak-Legian, Bali.

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

103 Upvotes

sc : https://www.instagram.com/reel/DcvQCGAScAR/

Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Sunset Road, Seminyak-Legian, Bali, Senin malam (31/8/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Kabar ini pertama kali menyebar lewat unggahan warganet di media sosial, sebelum akhirnya ramai dibicarakan publik.

Berdasarkan video yang beredar, api sempat membesar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran maupun ada tidaknya korban jiwa masih belum diketahui secara resmi.

Source 📹: Threads @/arfzulfikar, @surya_udayana


r/indonesia 12h ago

News Prabowo's plummeting approval opens the way to popular rival

Thumbnail
asia.nikkei.com
101 Upvotes

SURABAYA, Indonesia -- Two recent opinion polls show that President Prabowo Subianto's approval ratings have plummeted, with one saying the West Java governor is significantly more popular -- raising questions about Indonesia's political landscape ahead of the 2029 elections.

A poll released on Wednesday by Tempo Data Science, the research unit of Tempo magazine, shows that Prabowo's approval rating dropped from 75% in December last year to 37% in August. The survey had 1,260 respondents from Indonesia's 38 provinces.

Khairul Anam, general manager of Tempo Data Science, attributed the declining public satisfaction mainly to negative perceptions of the economy. "The two main issues putting pressure on people's daily lives are the high prices of necessities and the limited job opportunities," he said.

The result came a month after pollster Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) reported that Prabowo's approval rating had sunk from 81% in November to 51% last month.

Saidiman Ahmad, a researcher and program manager at SMRC, said the president's popularity level followed the same downward trajectory as his flagship programs: free meals for children and opening village cooperatives. Between November last year and July, public satisfaction with the two programs almost halved to just 34% and 25%, respectively.

The two costly programs have sparked a wave of protests in multiple cities over the past year, including the latest one that turned violent late on Thursday in Jakarta, where thousands rallied outside parliament. They were also demonstrating against corruption, inflation and other issues.

SMRC asked respondents to choose their favorite for Indonesia's next leader from among 20 names. Only 14.5% chose Prabowo, while 35% picked Dedi Mulyadi, the governor of West Java. Prabowo's main rival in the 2024 election, Anies Baswedan, the former Jakarta governor, and Vice President Gibran Rakabuming, came third and fourth with around 8% each.

With only Prabowo and Mulyadi in contention, the latter prevailed among respondents with 59% over the former's 28%. The rest of the respondents were undecided.

"If a presidential election were to be held today in Indonesia, Prabowo would likely lose," Ahmad said. "The president's popularity has certainly taken a severe beating this year."

In SMRC's poll last November, Prabowo topped the multi-name chart with 34%, followed by Mulyadi with 19.7%.

Mulyadi, 55, is a politician with Prabowo's Gerindra party, which the president still chairs. Popularly known in Indonesia by his initials KDM, the governor of Indonesia's most populous province -- West Java is home to approximately 50 million people -- is often compared to former President Joko "Jokowi" Widodo. Both are seen as populist figures coming from non-elite backgrounds.

Mulyadi's populist bent is fanned by a strong social media presence, with over 12 million followers on TikTok and 9 million subscribers on YouTube.

Rendy Pahrun Wadipalapa, a political scientist at the National Research and Innovation Agency, said Mulyadi is the main beneficiary of Prabowo's diminishing popularity, which presents a dilemma: "Gerindra and Prabowo are almost certainly watching this closely and will likely try to manage Dedi's exposure carefully."

Wadipalapa said Prabowo might decide not to run for re-election, clearing the way for Mulyadi, or try to contain the latter's rise by offering him the vice presidency. But the 74-year-old president has never indicated he will not seek another term. In a February speech, he challenged his critics to "a fight in 2029."

Ahmad said that with his rising popular appeal, Mulyadi might not be happy with the second best option, and might leave Gerindra because "other parties will naturally gravitate towards a popular candidate."

Indonesia has a fragmented political system in which 24 parties competed in the last elections, held simultaneously with the presidential vote in early 2024. Only eight parties met the parliamentary threshold to win seats in the House of Representatives.

The election laws previously required a party or a coalition of parties to command 20% of legislative seats, or 25% of popular votes in the previous legislative election, to be able to nominate a presidential candidate. The constitutional court abolished that clause last year.

Observers doubt Prabowo will run with Gibran as vice president again in 2029 given the evident fallout between the two, and with Gibran's father, the former president. The eldest son of Widodo, Gibran has largely been sidelined from Prabowo's programs since they took over national leadership in October 2024.

Widodo, whose backing of Prabowo was considered vital to his election, has reportedly grown apart from the president, who was his defense minister.

Constitutionally barred from running for a third term, Widodo is also pushing his other son into politics. In 2023 Kaesang Pangarep became chair of the Indonesian Solidarity Party (PSI), but it failed to garner the minimum 4% of votes required to win seats in parliament.

Widodo left his old party, the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P), over disagreements on presidential candidates. PDI-P is currently the largest party in parliament and the only one outside Prabowo's coalition.

Instead, the former president last year announced he would throw his weight behind PSI. In June, he started a "political safari" on the party's behalf, starting in Lampung province, followed by a visit to East Nusa Tenggara last month.

PSI Deputy Chairman Andy Budiman said he was optimistic his party will make it into parliament in 2029, saying it is enjoying growing popularity for two reasons: the "Jokowi effect" and, at the former president's urging, "structural consolidation" to establish a presence in every village in Indonesia.

"Jokowi's decision to identify with PSI has undoubtedly raised the party's profile, enabling it to tap into new sources of popular support," Budiman told Nikkei Asia.

Johannes Nugroho is a contributing writer.


r/indonesia 13h ago

Ask Indonesian semua resto menengah ganti ke parkir otomatis. Berapa banyak tukang parkir yang kehilangan ladang uang?

Post image
98 Upvotes

r/indonesia 18h ago

Politics Lowongan Silent Majority, barangkali yang suka diem dieman berminat

Post image
89 Upvotes

r/indonesia 20h ago

Funny/Memes/Shitpost Orang beli pentol

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

77 Upvotes

r/indonesia 9h ago

News Bye Dolar, RI-Singapura Sepakat Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal

Thumbnail
cnnindonesia.com
72 Upvotes

r/indonesia 18h ago

News Ibrahim Arief Cerita Dicurhati Bos BUMN-Danantara, Banyak yang Takut Dikriminalisasi

Thumbnail
nasional.kompas.com
73 Upvotes

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan konsultan teknologi Nadiem Makarim, Ibrahim Arief alias Ibam mengungkapkan, sejumlah rekannya yang menjabat sebagai direktur BUMN hingga pejabat di Danantara mengaku khawatir mengambil kebijakan.

Ibam mengatakan, kekhawatiran itu muncul setelah mereka melihat perkara korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menjerat dirinya dan Nadiem Makarim.

"Jujur, selama perjalanan satu tahun lebih ini banyak teman-teman yang curhat ke saya. Ada dari direktur BUMN yang curhat ke saya bilang dia khawatir. Khawatir untuk jika suatu hari dia mengalami kriminalisasi yang sama," kata Ibam di Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Ibam, kekhawatiran serupa juga datang dari sejumlah rekannya yang menjabat sebagai direktur di Danantara.

Mereka takut kebijakan yang diambil dalam menjalankan tugas kelak justru berujung pada persoalan pidana.

"Ada teman-teman yang direktur di Danantara curhat juga ke saya dia khawatir mengambil kebijakan jika suatu hari kemudian ada kriminalisasi terhadap kebijakan yang dia ambil," ujar Ibam. Ibam mengaku menyampaikan hal tersebut dengan penuh kesedihan.

Menurut dia, ketakutan terhadap kriminalisasi dapat membuat para pengambil kebijakan mengalami keraguan dalam menjalankan tugas.

"Saya bercerita ini dengan penuh kesedihan. Kenapa? Karena saya ingin Indonesia itu bisa maju. Saya ingin rakyat kita bisa makmur," kata Ibam.

Dia mengatakan telah mendengar langsung dari rekan-rekannya mengenai adanya keraguan dan ketakutan dalam membuat kebijakan.

Mereka, kata Ibam, khawatir mengalami hal yang kini dihadapi dirinya dan Nadiem Makarim.

"Namun saya percaya dan saya mendengar langsung dari teman-teman ini banyak paralisis, banyak keraguan, banyak ketakutan, terhadap pembuatan kebijakan bagi Indonesia karena mereka takut menjalani hal yang mereka lihat saya dan Nadiem Makarim jalani sekarang ini.

Mereka takut kebijakan mereka suatu hari akan menjadi hal yang membuat mereka bisa dikriminalisasi," tutur dia. Ibam berharap pemerintah melihat persoalan tersebut secara serius.

Dia menilai ketakutan semacam itu dapat menghambat pengambilan kebijakan yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan Indonesia.

"Saya memohon pada Bapak Presiden Prabowo sekali lagi bukan untuk memberikan special treatment tapi untuk melihat dan membantu menggerakkan aspek pemerintah untuk melihat bahwa jika ini terus berlanjut pertumbuhan kita tidak bisa secepat yang kita harapkan," ujarnya.

Ibam menegaskan pernyataannya bukan ditujukan sebagai kritik kepada pemerintah, melainkan karena ingin Indonesia berkembang dan masyarakat semakin sejahtera.

Menurut Ibam, kasus yang menjeratnya juga perlu menjadi momentum untuk memperjelas batas tanggung jawab orang yang memberikan masukan kepada pemerintah.

Dia khawatir jika persoalan tersebut tidak diperjelas, orang-orang yang ingin membantu pemerintah justru enggan memberikan masukan.

"Kalau kayak gini enggak akan ada yang berani lagi kasih masukan baik bagi pemerintah dan itu sangat-sangat disayangkan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, PT DKI memperberat hukuman terhadap Ibam menjadi lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta dari empat tahun penjara yang dijatuhkan Pengadilan Tipikor Jakarta.

PT DKI juga menjatuhkan hukuman membayar uang pengganti senilai Rp 5 miliar terhadap Ibam, hukuman yang tidak tercantum dalam putusan pengadilan tingkat pertama.


r/indonesia 20h ago

Current Affair Aksi kritis di media sosial kian masif, tapi kurang memberikan perubahan nyata

Thumbnail
theconversation.com
63 Upvotes

● Kritik digital meningkatkan kesadaran politik, tetapi belum tentu daya politik.

● Nasionalisme performatif memperluas kesadaran, tetapi berisiko menjadi segmentatif.

● Solidaritas mengubah kritik individual menjadi kekuatan kolektif untuk perubahan.

Maraknya kritik politik di media sosial beberapa tahun ini menunjukkan perubahan cara masyarakat, terutama generasi muda, berpartisipasi dalam politik.

Partisipasi tidak lagi hanya berlangsung melalui pemilu, partai politik, atau organisasi formal, tetapi juga berlangsung melalui podcast, video pendek, unggahan media sosial, dan berbagai gerakan yang lahir dari internet.

Kemunculan tokoh seperti Ferry Irwandi, Indah Gunawan, Abigail Limuria, Andovi dan Jovial da Lopez, serta wadah seperti What Is Up, Indonesia? (WIUI), Pamflet Generasi, dan Malaka Project menunjukkan semakin besarnya ruang digital sebagai arena untuk membicarakan ketimpangan, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan.

Cara anak muda mendapatkan informasi politik juga memperkuat perubahan ini. Studi tahun 2023 menunjukkan 71,4% anak muda memperoleh informasi politik melalui video pendek. Sebanyak 44,3% memilih podcast dan 29,4% foto.

Politik dengan demikian semakin hadir melalui konten yang dikonsumsi sehari-hari. Perubahan ini disebut sebagai pergeseran budaya politik participatory menuju post-participatory politics.

Namun, ada sebuah paradoks: semakin mudah masyarakat menyuarakan kritik, belum tentu semakin besar kemampuan mereka untuk memengaruhi politik.

Kritik dapat menunjukkan kepedulian seseorang terhadap masa depan. Tetapi, jika berhenti pada unggahan, hashtag, atau video, apakah ia benar-benar menciptakan perubahan?

Banyak kritik, minim perubahan Kritik terhadap pemerintah tidak selalu berarti membenci negara. Kritik atas ketimpangan dan kebijakan yang keliru juga bisa lahir dari keinginan memperbaiki Indonesia—sebuah bentuk nasionalisme baru.

Riset tahun 2025 menunjukkan bahwa mengikuti influencer politik berasosiasi positif dengan minat dan partisipasi politik generasi muda Indonesia.

Sayangnya, hal ini tidak otomatis meningkatkan internal political efficacy (keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu memahami dan terlibat dalam politik)—justru berkorelasi negatif dengan external political efficacy (keyakinan bahwa warga mampu memengaruhi institusi politik).

Dengan kata lain, seseorang bisa semakin sering mengikuti isu politik, semakin sering berkomentar, bahkan semakin kritis, tetapi belum tentu merasa memiliki kemampuan untuk membuat institusi politik bertanggung jawab.

Temuan eksperimen berbasis laboratorium pada 2019 menunjukkan bahwa pesan politik bernada negatif tidak lebih efektif mendorong tindakan politik dibandingkan pesan positif. Penekanan pada masalah dan kerugian juga tidak otomatis meningkatkan partisipasi politik.

Di sinilah konsep nasionalisme performatif menjadi relevan. Istilah “performatif” justru menunjuk pada pentingnya tindakan yang terlihat: membuat konten, mengikuti hashtag, membagikan materi advokasi, membuat kampanye, atau menunjukkan posisi terhadap persoalan bangsa di ruang publik.

Kritik pun dapat menjadi ekspresi sehari-hari dari identitas nasional, atau banal nationalism. Dalam perspektif konstruktivisme Kanchan Chandra, kritik dapat dipandang sebagai cara dalam mengaktifkan identitas politik maupun identitas kebangsaan.

Tidak semua orang punya kesempatan yang sama untuk mengkritik Masalah muncul ketika visibilitas dianggap sebagai tujuan akhir: mengunggah, membagikan, atau mengikuti kampanye digital dipandang sebagai bentuk partisipasi, tanpa berlanjut menjadi tindakan bersama.

Mengikuti isu, memahami konteks politik, membuat konten, atau menyampaikan kritik membutuhkan modal tertentu. Modal tersebut didapat dari pendidikan, akses informasi, keamanan ekonomi, modal sosial, bahkan rasa aman secara fisik dan psikologis.

Studi (2026) terhadap 268.992 responden di 95 negara mengungkap individu berpendidikan tinggi cenderung memiliki orientasi budaya yang lebih dekat dengan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.

Temuan tersebut tidak berarti pendidikan otomatis membuat seseorang lebih nasionalis atau demokratis, tapi setidaknya menunjukkan bahwa partisipasi politik juga dipengaruhi kondisi sosial yang tidak dimiliki semua orang secara setara.

Nasionalisme modern tidak hanya membutuhkan cerita tentang bangsa, tetapi juga kondisi sosial seperti pendidikan, komunikasi, mobilitas, dan kebudayaan yang memungkinkan orang dari latar belakang berbeda hidup dan bekerja dalam institusi bersama.

Karena itu, nasionalisme yang sangat bergantung pada agensi individual dan ekspresi digital berisiko menjadi segmentatif. Sebagian kelompok memiliki sumber daya untuk bersuara, sementara kelompok lain mungkin terlalu sibuk bertahan secara ekonomi, tidak memiliki akses informasi, atau tidak cukup aman untuk menyampaikan kritik.

Baca juga: Negara tuduh pendemo “antek asing”: Retorika politik Prabowo untuk bungkam suara rakyat

Dari nasionalisme performatif menuju solidaristis Saat ini masalahnya bukan masyarakat terlalu banyak mengkritik, melainkan bagaimana kritik diubah menjadi kekuatan bersama. Di sinilah nasionalisme solidaristis menjadi penting.

Untuk itu, dibutuhkan countervailing power—kekuatan yang dapat menyeimbangkan dominasi negara—seperti serikat pekerja, organisasi profesi, kelompok intelektual, pers independen, dan organisasi masyarakat sipil. Wadah-wadah ini memungkinkan persoalan yang awalnya dialami secara individual dikumpulkan menjadi kepentingan kolektif.

Solidaritas juga tidak berarti menolak negara. Justru sebaliknya, kekuatan masyarakat diperlukan agar negara tidak menjadi satu-satunya pihak yang menentukan apa yang dianggap sebagai kepentingan publik.

Dalam konsep nonviolent resistance (perlawanan tanpa kekerasan), kekuatan kolektif dapat diwujudkan melalui aksi damai, kampanye berulang, boikot, pemogokan, dan bentuk perlawanan sipil non-kekerasan lainnya. Tujuannya adalah menciptakan tekanan politik agar negara menjalankan tanggung jawabnya.

Pengalaman Solidarność di Polandia menunjukkan bagaimana tuntutan kelompok tertentu dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Gerakan yang berawal dari perjuangan pekerja kemudian mempertemukan buruh, intelektual, kelompok keagamaan, dan masyarakat sipil dalam satu kekuatan kolektif.

Pengalaman tersebut memberi pelajaran penting bagi Indonesia. Tagar seperti #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu, podcast, video pendek, dan berbagai bentuk kritik digital tetap memiliki arti. Mereka dapat membuka percakapan dan menunjukkan bahwa masyarakat tidak apatis.

Tantangan kita bukan lagi sekadar bagaimana membuat masyarakat lebih kritis, melainkan bagaimana mengorganisasikan keresahan, mempertemukan pengalaman yang berbeda, dan membangun kekuatan bersama.

Nasionalisme karena itu tidak cukup hanya terlihat di layar. Identitas tersebut perlu hadir dalam solidaritas yang memungkinkan warga bertindak bersama. Kritik adalah titik awal. Solidaritas membuatnya memiliki daya politik


r/indonesia 10h ago

Current Affair Lalai Tak Tutup Palang Pintu Saat Kereta Melintas, Penjaga Palabg Pintu Kereta Digerebek Warga.

Enable HLS to view with audio, or disable this notification

55 Upvotes

sc : https://www.instagram.com/reel/DcvG1J7DNWP/

Seorang petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api di Kota Pekalongan diduga lalai saat bertugas, berujung digerebek warga, Minggu (30/8). Peristiwa ini terjadi di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 97, Dekoro, Setono, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan sekitar pukul 08.30 WIB.

Beruntung, tidak ada korban atau kecelakaan saat peristiwa itu terjadi. Warga yang berada di lokasi, disebut menghentikan laju kendaraan secara mandiri hingga kecelakaan terhindarkan.

Namun kemarahan warga tak terhindarkan. Petugas yang hanya tersenyum saat dimintai penjelasan, makin memicu kemarahan warga. Dalam rekaman video warga, tampak kaca di pos penjagaan pecah dipicu kemarahan warga sekitar.

PT KAI (Persero) melalui akun resmi KAI121 yang dikutip dari Instagram @/pekalonganinfo pada Selasa (1/9), menyampaikan, pelayanan dan penjagaan JPL 97 tidak berada di bawah kewenangannya. Adapun, pelayanan dan penjagaan JPL 97 itu berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) Pekalongan.

“Apresiasi juga disampaikan kepada warga sekitar yang sigap menghentikan kendaraan dan mengamankan perlintasan hingga kereta selesai melintas sehingga kecelakaan dapat dihindari,” tulis KAI dikutip dari @/pekalonganinfo.

Sementara, Dishub Kota Pekalongan telah menindaklanjuti kejadian tersebut. Dishub mengklarifikasi bahwa petugas tersebut sedang bersantai ketika bertugas dan membantah bahwa yang bersangkutan sedang tertidur. Dishub Kota Pekalongan kini melakukan evaluasi terhadap petugas tersebut.

Penulis/Editor: Dicky Setyawan
Produser: Indana Zulfa


r/indonesia 20h ago

News BYD akan resmikan pabrik di Subang senilai Rp11,7 triliun

Thumbnail
idnfinancials.com
49 Upvotes

BYD Indonesia telah menyelesaikan pembangunan pabrik perakitan kendaraan energi baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan fasilitas tersebut pada Kamis (9/8). Informasi tersebut tercantum dalam undangan BYD Indonesia kepada media yang dikutip pada Senin (31/8).